Review Makanan Tomahawk Steak. Tomahawk steak semakin jadi bintang utama di dunia steak hingga akhir 2025. Potongan ini pada dasarnya adalah ribeye tebal dengan tulang rusuk panjang yang dibiarkan utuh, membentuk seperti kapak tomahawk—makanya namanya. Tulang panjang minimal 15-20 cm itu bukan sekadar gimmick, tapi beri visual dramatis dan tambah rasa saat dipanggang. Beratnya biasanya 1-1,5 kg atau lebih, cukup untuk 2-4 orang sharing. Saat ini, tomahawk sering jadi menu spesial di steakhouse premium maupun acara barbecue besar. Review ini bahas langsung keistimewaan tomahawk, rasa serta teksturnya, cara masak terbaik, dan kenapa potongan ini layak jadi pusat perhatian di meja makan. BERITA BOLA
Karakteristik Rasa dan Tekstur: Review Makanan Tomahawk Steak
Tomahawk pada intinya adalah ribeye on the bone, jadi punya marbling melimpah yang identik dengan ribeye: lemak putih tersebar merata, bikin daging super juicy dan gurih alami. Rasa buttery khas ribeye semakin dalam berkat tulang yang konduksi panas lambat dan lepas gelatin serta sumsum saat dimasak—bagian dekat tulang sering jadi yang paling flavorful dan lembut. Setiap gigitan beri tekstur tender dengan crust renyah di luar, sementara dalamnya pink merata saat medium rare.
Ukuran tebal dan tulang panjang bikin tomahawk lebih forgiving saat dimasak—lemak meleleh perlahan, basting daging dari dalam, jadi sulit kering meski sedikit lama di panggangan. Banyak pecinta steak bilang tomahawk adalah puncak ribeye experience: richness lemak, aroma panggang tulang, dan presentasi yang langsung bikin semua orang di meja excited sebelum potong pertama.
Cara Memasak Terbaik: Review Makanan Tomahawk Steak
Tomahawk butuh pendekatan sabar karena tebal dan berat. Grill atau smoker jadi metode paling populer—panaskan tinggi untuk sear awal 4-6 menit per sisi hingga crust kecokelatan, lalu pindah ke panas sedang atau indirect heat hingga suhu dalam capai 55-60°C untuk medium rare. Tulang panjang bantu pegangan saat dibalik, tapi juga lambatkan panas, jadi butuh waktu total 45-60 menit tergantung ukuran.
Reverse sear sangat ideal di 2025 untuk hasil merata: panggang oven atau smoker suhu rendah 120-140°C hingga suhu dalam mendekati target, istirahat 15 menit, baru sear cepat di grill atau wajan cast iron panas dengan mentega dan herbs. Seasoning sederhana saja cukup: garam kasar dan lada hitam segar diaplikasikan 1-2 jam sebelum masak agar meresap. Istirahat panjang 15-20 menit setelah matang wajib—jus akan redistribusi ke seluruh daging tebal itu. Potong daging dari tulang dulu, iris tipis melawan serat, lalu sajikan tulangnya untuk yang suka menggerogoti bagian terbaik.
Kelebihan, Kekurangan, dan Perbandingan
Kelebihan tomahawk ada di presentasi wow, flavor ribeye yang maksimal berkat tulang, dan juiciness luar biasa dari marbling tebal. Cocok untuk sharing, bikin acara makan jadi lebih seru dan Instagramable. Tulang panjang juga tambah aroma smokiness autentik yang sulit didapat dari boneless cut.
Kekurangannya jelas di harga mahal—bobot tulang besar bikin harga per kilogram tinggi meski daging edible lebih sedikit. Butuh alat panggang besar dan waktu masak lama, jadi kurang praktis untuk makan harian. Dibanding ribeye biasa, tomahawk lebih flavorful tapi lebih mahal dan ribet. Dibanding porterhouse atau T-Bone, tomahawk unggul di richness lemak tapi kurang variasi tekstur. Secara keseluruhan, tomahawk adalah steak untuk momen spesial yang ingin impress semua orang di meja.
Kesimpulan
Tomahawk steak tetap jadi simbol kemewahan dan kegembiraan steak di akhir 2025. Marbling ribeye yang melimpah, aroma tulang panggang, dan presentasi dramatis bikin setiap sesi makan terasa seperti pesta. Meski butuh kesabaran dan budget lebih, hasil medium rare dengan crust renyah dan dalam juicy selalu beri kepuasan maksimal. Jika kamu ingin steak yang bukan sekadar makanan tapi pengalaman bersama—dari proses masak sampai rebutan potongan dekat tulang—tomahawk tak ada tandingannya. Hidangan epik yang selalu ubah makan malam biasa jadi momen tak terlupakan!

