Review Kue Donat. Donat tetap menjadi salah satu kue paling digemari di berbagai kalangan, dari anak kecil hingga orang dewasa. Bentuknya yang bulat dengan lubang tengah, tekstur empuk berpori, serta rasa manis gurih yang pas membuatnya selalu jadi camilan favorit. Meski terlihat sederhana, donat buatan rumah sering kali kalah renyah atau empuk dibandingkan yang dibeli di luar—penyebabnya biasanya teknik menggoreng kurang tepat atau adonan tidak seimbang. Di tengah tren kue kekinian yang rumit, donat klasik justru semakin dihargai karena kepraktisannya dan kemudahan variasi. Review ini membahas apa yang membuat donat istimewa, kelebihan serta kekurangan umum, serta tips agar hasil buatan sendiri terasa lembut, mengembang sempurna, dan tidak berminyak. BERITA BASKET
Ciri Khas dan Sejarah yang Melekat: Review Kue Donat
Donat berasal dari pengaruh kuliner Belanda dan kemudian diadaptasi luas di Indonesia dengan sentuhan lokal seperti taburan gula halus, meses, atau isian selai kacang dan cokelat. Ciri khas donat yang baik adalah permukaan kecokelatan keemasan, tekstur dalam yang berpori halus tapi tidak berongga besar, serta rasa manis yang tidak terlalu dominan. Donat yang empuk terasa ringan di mulut meski digoreng, dan aroma ragi serta mentega harus tercium kuat tapi tidak amis.
Kue yang sempurna punya bentuk bulat rapi dengan lubang tengah simetris, tidak kempes setelah dingin, dan lapisan luar renyah tipis. Donat terbaik terasa semakin enak setelah beberapa jam karena gula meresap dan tekstur lebih lembut. Banyak yang bilang donat enak bukan hanya karena rasanya, tapi juga karena sensasi menggigit yang renyah di luar dan empuk di dalam—perpaduan yang sulit ditiru jika prosesnya salah.
Kelebihan dan Kekurangan yang Sering Dijumpai: Review Kue Donat
Kelebihan donat terletak pada fleksibilitas dan daya tarik universal. Bisa dibuat polos dengan gula halus, diisi selai, atau ditaburi topping beragam—cocok untuk semua selera. Prosesnya relatif cepat dibandingkan kue oven lain, dan bahan utamanya murah serta mudah didapat. Donat tahan hingga 2–3 hari di suhu ruang tanpa basi jika disimpan di toples kedap udara, dan rasanya tetap enak meski dingin.
Kekurangannya adalah sensitivitas terhadap teknik menggoreng dan komposisi adonan. Minyak yang kurang panas membuat donat menyerap minyak berlebih sehingga berminyak dan berat. Adonan terlalu banyak gula atau ragi bisa membuat donat kempes atau berpori besar. Permukaan sering gosong di luar sementara dalam masih mentah jika api tidak stabil. Selain itu, donat tinggi kalori karena digoreng dengan minyak banyak, sehingga tidak cocok dikonsumsi berlebihan bagi yang sedang menjaga pola makan.
Tips Membuat Sendiri Agar Hasil Maksimal
Untuk donat empuk, mengembang sempurna, dan tidak berminyak, gunakan tepung terigu protein tinggi dan ragi instan segar. Campur tepung, gula, garam, susu bubuk, dan ragi terlebih dahulu. Tambahkan telur, margarin, dan susu cair hangat lalu uleni hingga kalis elastis (sekitar 10–15 menit). Diamkan adonan hingga mengembang dua kali lipat (sekitar 45–60 menit).
Kempiskan adonan, bagi menjadi bulatan kecil (sekitar 40–50 gram), bentuk bulat dengan lubang tengah menggunakan tutup botol kecil. Diamkan lagi 20–30 menit hingga mengembang. Panaskan minyak goreng banyak hingga suhu 160–170°C (tes dengan sedikit adonan, langsung mengapung dan berbuih halus). Goreng dengan api sedang agar matang merata, balik sekali saja hingga kuning keemasan (sekitar 1–2 menit per sisi). Angkat dan tiriskan di atas kertas minyak agar tidak berminyak.
Taburi gula halus selagi hangat agar menempel sempurna, atau celupkan ke cokelat leleh atau meses untuk variasi. Jika ingin lebih sehat, panggang di oven 180°C selama 12–15 menit setelah diolesi sedikit minyak—hasilnya tetap empuk meski kurang renyah. Simpan di toples kedap udara setelah dingin agar tidak lembek.
Kesimpulan
Kue donat adalah camilan sederhana yang bisa jadi luar biasa dengan perhatian pada adonan kalis elastis, suhu minyak stabil, dan finishing taburan yang pas. Kelebihannya ada pada rasa gurih manis yang universal, tekstur empuk renyah, dan kemudahan variasi. Meski proses menggoreng butuh ketelitian agar tidak berminyak atau gosong, hasil akhir yang hangat dan menggoda membuatnya selalu layak dibuat sendiri.
Di tengah tren kue kekinian yang rumit, donat klasik ini justru terasa timeless karena kesederhanaannya yang sempurna. Jika ingin mencoba, mulai dari adonan kecil dulu untuk latihan—fokus pada pengembangan ragi dan suhu minyak. Donat bukan sekadar kue—ia adalah camilan yang membawa kenyamanan dan kebahagiaan dalam setiap gigitan. Selamat mencoba—semoga hasilnya empuk, mengembang sempurna, dan jadi favorit keluarga!

